Jumat, 02 Juni 2017

Mudik Naik Motor, Kenali Jam-jam Tubuh Rawan 'Drop'

Meski dilarang karena dinilai membahayakan keselamatan, namun masih banyak masyarakat yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan mudik. Mudik pakai sepeda motor dianggap lebih murah ketimbang menggunakan moda transportasi lainnya seperti bus, pesawat dan kereta api.


Bagi pemudik yang ingin menggunakan sepeda motor, ada baiknya mengikuti sejumlah tips yang diberikan Training Director dari Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu. "Pertama rencanakan perjalanan, kalau jarak jauh lebih baik dikombinasi pakai kendaraan lain. Jadi jarak naik motor lebih pendek," kata Jusri kepada VIVA.co.id di Jakarta, Jumat 2 Juni 2017.
Kedua, lakukan servis motor di bengkel dengan aturan waktu dua minggu sebelum perayaan hari Lebaran. Biasanya, kata dia, mekanik melakukan pengerjaannya lebih maksimal. Sementara jika servisnya dekat-dekat dengan waktu Lebaran, biasanya bengkel ramai, dan kualitas mekanik menjadi menurun.
Ketiga, tak membawa barang secara berlebihan. Jika membawa anggota keluarga, hendaknya istri dan anak menggunakan moda transportasi lain. "Sehingga tidak membahayakan perihal kestabilan motor," tuturnya.
Keempat, gunakan jaket atau baju yang menyerap keringat. Dia menyarankan pemotor menggunakan jaket berbahan denim atau jeans dan helm aman. "Yang aman pakai helm full faceHalf face tidak masalah tapi untuk yang lebih amannya pakai helm full face, kita tidak tahu bagaimana situasi jalan seperti apa," ujarnya.
Disarankan perjalanan mudik dilakukan sehabis Subuh atau sebelum matahari terbit. Karena saat itu kondisi tubuh masih dalam kondisi optimal. Kata Jusri ada jam-jam tubuh pengendara rawan drop, yakni di atas pukul 09.00 pagi. "Jam 10.00 sampai jam 12.00, biasanya sudah mulai drop tuh," ujarnya.
Maka itu waktu mudik sebaiknya dilakukan tak lebih dari delapan jam di bulan Ramadan. Bila itu terjadi, pemudik harus memerhatikan jam istirahat. "Ada pola istirahat yang direkomendasikan ketika mudik. Istirahat pertama dilakukan setiap perjalanan 90-120 menit, lalu istirahat kedua, ketiga dan keempat dilakukan setiap 60-90 menit perjalanan. Usahakan istirahat sekaligus, istirahat sekitar 15 menit," katanya. (ren)

Astaga, Pulau Kecil Ini Jadi Rebutan 4 Negara

Rockall adalah pulau batu tak berpenghuni yang sangat kecil dan biasa-biasa saja dan terletak sekitar 480 km di lepas pantai barat daratan Skotlandia. Dengan lebar lebih dari 25 meter dan tinggi 21 meter, pulau yang sebenarnya adalah plug vulkanik punah ini tampaknya tidak memiliki fitur yang menonjol.


Namun, seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, pulau kecil ini menjadi perselisihan internasional selama lebih dari setengah abad. Empat negara – Inggris, Irlandia, Islandia, dan Denmark, semuanya mngklaim pulau ini adalah milik mereka. Mengapa negara-negara ini begitu tertarik pada sepotong batu di antah berantah ini? Jawabannya terletak pada banyaknya ikan di area sekitarnya dan cadangan minyak serta gas yang besar yang tersembunyi di dasar laut sekitarnya.

Rockall adalah piramida granit vulkanik yang muncul dipermukaan Atlantik seperti sirip hiu raksasa. Laut di sini sangat menggelora, sehingga hampir tidak mungkin untuk menentukan tinggi pulau kecil ini secara akurat. Perkiraan tingginya sekitar antara 20 dan 30 meter di atas permukaan laut. Penghuni permanen pulau kecil ini adalah periwinkles (semacam siput) dan moluska laut lainnya. Sejumlah kecil burunglaut menggunakan batu untuk beristirahat di musim panas atau kadang-kadang untuk berkembang biak jika musim panas tenang tanpa gelombang badai yang menghantam pulau ini.

Meskipun ada referensi tertulis mengenai pulau kecil ini setidaknya sejak abad ke-16, namun pendaratan pertama yang diketahui pada Rockall tidak terjadi sampai awal abad ke-19. Mereka yang bertanggung jawab untuk melaksanakannya adalah awak HMS Endymion pada tahun 1811. Tidak lama setelah kunjungan Endymion, posisi yang tepat dari Rockall telah dimasukkan ke dalam peta/atlas, namun hal itu tidak mencegah kapal bernama SS Norge dari kandas disana pada tahun 1904, yang menyebabkan hilangnya 635 nyawa , bencana terbesar di pulau kecil itu.

Kemudian, pada tanggal 21 September 1955, sebuah helikopter Angkatan Laut mendarat di Rockall dan menurunkan tiga tentara dan seorang ilmuwan, yang kemudian mengibarkan bendera Inggris dan menaruh plat semen yang menyatakan bahwa pulau kecil itu adalah milik Ratu Elizabeth II. Dan pada tahun 1972, Undang-undang inggris yang disahkan oleh parlemen, secara resmi menyatakan bahwa pulau Rockall adalah bagian dari Britania Raya. Tapi klaim tersebut tidak diakui oleh negara lain.

Ambisi kekaisaran Inggris mengklaim pulau kecil itu mengalami kemunduran karena Inggris meratifikasi Hukum Laut Internasional pada tahun 1982, yang menyatakan : “Pulau yang tidak dapat mendukung penghunian oleh manusia atau kehidupan ekonomi secara mandiri, tidak memiliki zona ekonomi eksklusif atau landas kontinen”.

Untuk membuktikan Rockall dapat mendukung hunian, dan karena Rockall adalah bagian kedaulatan wilayah Inggris, maka mantan tentara SAS Tom McClean tinggal di batu tandus itu selama 40 hari pada tahun 1985. Rekor ini dipecahkan pada tahun 1997, Ketika para aktivisGreenpeace mendarat di Rockall dan menghabiskan 42 hari di atasnya sebagai aksi publisitas. Mereka mengklaim Rockall sebagai negara mikro tersendiri dan menamainya Waveland. Mereka bahkan menghapus plat semen yang dibuat tahun 1955, yang menyatakan klaim Inggris pada pulau itu.

Ini Dia Pesawat Terbesar Di Dunia, Sebesar Apakah?

Perkembangan teknologi di dunia penerbangan semakin hari semakin menakjubkan. Selalu saja ada inovasi yang muncul di dunia penerbangan sehingga dapat lebih memudahkan kebutuhan masyarakat umum.

Kali ini, sebuah pesawat terbesar di planet bumi siap diluncurkan. Pesawat yang diberi nama Stratolaunch itu merupakan proyek ambisius milik salah satu bos besar Microsoft, Paul Allen.

Dikutip dari laman Space, Sabtu (3/6), Stratolaunch pertama kali keluar dari 'sarangnya' di Gurun Mojave, California pada hari Rabu (31/5) kemarin untuk pengujian bahan bakar.


Rasanya tak berlebihan jika burung besi ini diklaim sebagai pesawat terbesar di dunia. Dari penampakannya, Stratolaunch bagaikan dua buah pesawat yang digabung jadi satu.

Stratolaunch memiliki lebar sayap hingga 117 meter, atau lebih panjang dari lapangan sepak bola. Sementara panjang dari depan ke belakang mencapai 72 meter, dan tingginya 15 meter.



Sedangkan bobotnya sendiri mencapai 250.000 kilogram dalam keadaan kosong. Jika ditambah dengan bahan bakar, bobot Stratolaunch bertambah menjadi 590.000 kilogram.

Roda pesawat jika ditotal mencapai 28 buah, dan dibutuhkan enam mesin jet jenis Pratt & Whitney PW4056 untuk menjalankan pesawat yang dibangun sejak 2011 tersebut.

Lalu apa tujuan utama dari pesawat Stratolaunch? Pimpinan proyek Stratolaunch, Jean Floyd mengungkapkan tujuan diciptakan pesawat ini adalah bukan untuk penumpang.


Stratolaunch sejatinya dibuat untuk mengangkut roket hingga ke lapisan stratosfer, untuk kemudian diluncurkan dari atas sana. Sang pemilik, Paul Allen sendiri meyakini teknologi peluncuran roket di udara lebih murah dan efisien dibandingkan dengan peluncuran roket di darat.

"Dengan senang hati kami mengumumkan, pesawat Stratolaunch telah mencapai tonggak utama dalam perjalanannya untuk menyediakan akses yang mudah dan rutin ke orbit rendah bumi," ujar Jean Floyd.

"Stratolaunch dirancang untuk meluncurkan roket ke orbit dari ketinggian 9.100 meter. Awalnya, pesawat tersebut akan membawa satu roket Pegasus XL yang dibangun oleh Orbital ATK, namun pesawat Stratolaunch ternyata bisa membawa tiga roket secara bersamaan," sambungnya

Jika sesuai rencana, pada tahun 2019 nanti Stratolaunch dipastikan sudah bisa mengudara.

Astaga! Kakbah Menghilang, Begini Ceritanya

Umat muslim yang melakukan ibadah umrah, Sabtu (27/5/2017), menyaksikan fenomena alam di Tanah Suci, Mekkah.
Seperti yang sudah diprediksi astronom, bayangan kakbah menghilang sejenak, pada pukul 12.00 waktu setempat.


Hal ini terjadi karena matahari, pada waktu itu, tepat berada di atas Kakbah.

Fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun.

Tapi tahun ini tepat terjadi pada hari pertama Ramadan.

Sebagaimana dilansir Arab News, banyak orang memadati Masjidil Haram untuk melihat fenomena ini, sebelum mereka menunaikan salat dzuhur.

Kebanyakan dari mereka adalah mereka yang datang dari luar negeri untuk menunaikan ibadah umrah.

Astronom Moulhem bin Mohammed Hindi, dari King Abdulaziz University, mengatakan, fenomena ini adalah cara terbaik bagi orang untuk melihat arah kiblat.

"Mereka hanya perlu melihat arah matahari, dan arahnya 100 persen adalah arah kiblat," kata Moulhem.

Fenomena Matahari di atas kakbah ini terjadi dua kali dalam setahun, yakni 27 Mei dan 15 Juli.

Sebagaimana dilansir oleh Al Arabiya, fenomena alam itu adalah Matahari yang akan berada persis di atas Kabah.

Peristiwa ini dimumkan oleh Lembaga Astronomi dan Geofisika Mesir.

Menurut perhitungan, fenomena itu terjadi pada pukul 12.18 waktu Mekkah, atau tepat ketika umat muslim di sana menjalankan salat Dhuhur.

Lembaga Astronomi dan Geofisika Mesir menyebut, pada waktu ini, bayangan Kabah akan menghilang.

Ini karena Matahari tepat berada di atas bangunan suci yang didirikan oleh Nabi Ibrahim itu.

Ada yang menarik lagi.

Pada waktu tersebut, maka di negara manapun orang melihat matahari, maka di situlah arah kiblat tepatnya berada.

Lewat akun resmi Twitter, Lembaga Astronomi dan Geofisika Mesir menyebut sudut ketinggian Matahari pada waktu salat Dzuhur adalah 89,93 derajat di atas Kakbah.
Itu artinya, posisi Matahari hanya selisih 0,07 derajat dari kondisi tegak lurus sempurna alias 90 derajat di atas Kakbah.

Sebenarnya, fenomena ini terjadi dua kali dalam setahun di Mekkah.

Yang pertama terjadi pada 27 Mei, dan kedua 15 Juli.

Tapi yang istimewa, tahun ini terjadi tepat pada hari pertama Ramadan di Arab Saudi. (*)

Rencananya Makam Nabi Muhammad Akan Dipindahkan

Makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Nabawi adalah salah satu tempat yang dihormati umat Islam.

Jutaan orang berziarah di makam nabi setiap tahunnya, terutama di masa musim haji.


Ternyata, makam yang terletak di Madinah ini dikepung gunung berapi.

Negara Arab Saudi memiliki 2.000 gunung berapi nonaktif selama ribuan tahun.
Mereka tidak benar-benar mati dan setiap saat bisa aktif kembali.

Sepanjang sejarah ada 13 letusan dari gunung-gunung berapi di sana.
Bagian terbesar sarang gunung berapi itu adalah Madinah.

Dalam catatan Al Arabiya, letusan terakhir terjadi di Hijaz, sebelah tenggara Madinah pada 1256.

Letusan itu meluapkan aliran lahar mencapai 23 kilometer.

Dan, aliran lahar terjauh sampai mendekati makam Nabi Muhammad SAW berjarak 8 kilometer.

Menurut Al Arabiya, gunung itu bernama Al-Qadar, gunung gunung vulkanis dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter.

Kawah Gunung al Qadar sangat dalam dan berongga besar.

Dari puncak gunung ini, orang bisa melihat persebaran lava lebih dari 50 kilometer.
Menurut profesor geologi dari King Saud University, Dr. Abdulaziz bin Laaboun, kawah-kawah vulkanik di Arab Saudi termasuk yang terindah di dunia.

Tak heran banyak wisatawan yang suka mengunjungi kawah-kawah di Arab Saudi.

Di dekat kawah Gunung al Qadar, pendaki bisa menemukan kawah gunung berapi al Abyad.

Kawah ini memiliki warna yang aneh. Tak heran jika gunung berapi tersebut menjadi pusat geologi terkenal di wilayah ini.

Di dekat wilayah Taif, ada salah satu kawah vulkanis terdalam di Arab Saudi, mencapai 240 meter dengan diameter 2.500 meter.
Rencana pemindahan makam

Pada 2014, muncul wacana pemindahan makam Nabi Muhammad SAW.

Motivasi pemindahan tersebut berdasarkan hasil diskusi akademik di Arab Saudi.
Makam Nabi Muhammad SAW memang menjadi salah satu tempat penting bagi umat islam dan dikunjungi jutaan orang setiap tahun.


Makam itu akan dipindah ke dekat pemakaman Baqi dan diharapkan pemindahan itu tak diumumkan.

Direktur Islamic Heritage Research Foundation, Dr Irfan al-Alawi mengatakan kepada Independent, "Mereka ingin mencegah orang-orang mengunjungi makam Nabi untuk praktik sirik."

"Dan, satu-satunya cara untuk mencegah orang mengunjungi makam Nabi adalah memindahkannya," tambahnya.

Namun, belum ada tanda-tanda disetujui oleh pemerintah Arab Saudi maupun takmir Masjid al-Nabawi.

Selain itu, pemindahan makam Nabi bisa menimbulkan kemarahan umat Islam, bahkan perpecahan.

"Saya yakin akan ada kekagetan di dunia Muslim dan menyebabkan keributan," jelas Dr Alawi. (*)

10 Kali Beruntun TNI-AD Juara Menembak di Australia

TNI Angkatan Darat kembali menorehkan prestasi gemilang di pentas internasional dengan menjadi juara umum lomba tembak antarangkatan darat yang digelar Royal Australian Army bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM).


Perlombaan itu berlangsung dari tanggal 5 - 26 Mei 2017 di Puckapunyal Military Range, Victoria, Australia.
Dalam lomba yang diikuti 20 negara tersebut, TNI-AD menjadi juara umum dengan meraih 28 medali emas, 6 medali perak, dan 5 medali perunggu di berbagai materi lomba tembak, baik beregu maupun perorangan.

Posisi kedua ditempati angkatan darat Australia dengan perolehan 14 medali emas, 16 medali perak, dan 16 medali perunggu. Disusul kontingen Angkatan Darat Jepang dengan 10 medali emas, 7 medali perak, dan 7 medali perunggu.

Petembak terbaik pun diraih dari kontingen Indonesia atas nama Serda Woli Hamsan yang keseharian berdinas di Detasemen Markas (Denma) Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat.

Pangdivif 1 Kostrad diwakili oleh Kasdivif 1 Kostrad Brigjen Joko Putranto menyambut kedatangan kontingen di Bandara Soekar­no-Hatta. “Anda telah meraih prestasi yang membanggakan karena Anda mendapatkan 28 medali emas , 6 medali perak, dan 5 medali perunggu dengan mengalahkan negara-negara kuat. Yang lebih membanggakan lagi petembak TNI-AD berhasil berjaya dengan menggunakan pistol dan senapan buatan PT Pindad, salah satu industri strategis dalam negeri kebanggaan anak bangsa Indonesia,” kata Kasdivif 1 Kostrad itu.

Selama berpartisipasi pada lomba tembak AASAM, TNI-AD selalu menjadi juara umum sejak pertandingan di Puckapunyal 2008 dengan menggunakan senjata jenis SS-2 V4 buatan PT Pindad yang merupakan senjata organik pasukan Kostrad.


AASAM dimulai pada 1984 di Singleton, Pusat Pendidikan Infanteri Angkatan Darat Australia. Beberapa materi yang diperlombakan meliputi senapan, senapan otomatis (SO), pistol, dan sniper.

Indonesia, dalam hal ini TNI-AD, baru mengikuti AASAM pada tahun 1996/1997. Dalam sejarah AASAM, TNI-AD sejak tahun 2008 hingga 2017 selalu menjadi juara umum. (Deo/P-2)

Kamis, 01 Juni 2017

Astaga! Dijuluki "Alien", Bayi Ini Lahir dengan Empat Kaki

Bayi laki-laki berusia lima bulan ini, belum diberi nama oleh keluarganya, pada Januari tahun ini lahir dengan "saudara kembarnya" yang menempel di tulang belakang sang bayi. Saat bayi itu lahir, warga menganggap ibunya, Surekha Muli (22) mendapat kutukan.


Namun, dokter menyakinkan kepada pasangan ini, Surekha Muli dan Pratap (25) bahwa bayi mereka memiliki saudara kembar yang parasit dan harus dioperasi. Mereka terpaksa menunggu selama berbulan-bulan sebelum bayi mereka diizinkan menjalani operasi penyelamatan.
Ahli bedah akhirnya melakukan prosedur pembedahan terhadap bayi tersebut pada Rabu (31/5/2017).

"Saya merasa diberkati setelah pembedahan dilakukan kepada bayi saya dan melihat anak saya normal sekarang. Keluarga kami sekarang lengkap dan hidup kami bisa terus berlanjut," ujar Surekha, dikutip dari laman Daily Mail, Kamis (1/6/2017).

Surekha berasal dari sebuah desa kecil di Gujarat, India barat. Karena kondisinya yang terlalu miskin menyebabkan ia tidak mendapatkan pemeriksaan kehamilan. Akibatnya, ia tidak mengetahui kondisi janinnya, sampai tiba saatnya ia harus melahirkan di rumah sakit setempat.

Saat melihat bayi mereka lahir dengan empat kaki, hati Surekha dan Pratap hancur. Apalagi, sebagai seorang petani yang hanya memperoleh penghasilan Rp 17.000 per hari, tentunya mereka tidak memiliki penghasilan lebih untuk mendapatkan perawatan medis yang maksimal untuk buah hati mereka.
Dokter tidak yakin apakah bayi itu bisa bertahan hidup atau tidak. Hal itu memaksa keluarga untuk mencari pertolongan medis dari berbagai sumber.
Apalagi, masyarakat sekitar setelah melihat sang bayi, menyebut Surekha "dikutuk" oleh alien yang kejam. Tidak menggubris pandangan masyarakat, pasangan ini mengunjungi rumah sakit sipil yang dikelola pemerintah di Ahmedabad, Gujarat, pada Februari 2017.

Di rumah sakit ini, dokter mendiagnosis tungkai ekstra yang dimiliki bayi mereka merupakan hasil kembaran parasit. Tidak seperti kembar siam, seseorang tidak terbentuk secara sempurna atau sepenuhnya tergantung pada beberapa fungsi tubuh janin yang lengkap.

Kasus kembar parasit jarang terjadi dan menurut literatur medis diyakini hanya mengandung satu per satu juta kelahiran hidup. Setelah memeriksa kondisi bayi, dokter memutuskan untuk melakukan operasi pada bayi setelah sang bayi lebih kuat.

"Kami tidak dapat mengambil kesempatan dengan anak itu karena dia terlalu kecil untuk menjalani operasi besar tersebut. Namun, anak cacat secara fisik dengan empat kaki, tidak bisa bertahan teralu lama dengan kondisi seperti itu, sehingga jika dioperasi saat ini, dia pasti dapat berjuang hidup di kemudian hari," ujar ahli bedah anak di rumah sakit tersebut, Dr Rakesh Joshi, seperti dikutip dari laman Daily Mail, Kamis (1/6/2017).

Untuk menghindari masalah jantung dan menekan risiko kematian bayi, dokter memutuskan setidaknya di usia tiga bulan, bayi tersebut bisa dioperasi.

Pihak rumah sakit pun memutuskan untuk membebaskan biaya operasi dan menyuruh mereka untuk pulang hingga sang bayi berusia tiga bulan.

Bayi tersebut akhirnya menjalani operasi selama lima jam ada 24 Mei 2017. Sebanyak enam dokter yang terlibat dalam operasi tersebut dan operasi dinyatakan berhasil.
"Ini adalah operasi yang sangat kompleks' karena kembar parasit itu melekat pada sumsum tulang belakang anak yang sudah dewasa," jelas Dr Joshi.

Namun, dia menambahkan bahwa operasi pengangkatan anak yang baru terbentuk sebagian ini sukses total.

Sebelum operasi, bayi tersebut memiliki berat badan sekitar 7,4 Kg. Namun saat ini beratnya 5,6 Kg. Ahli bedah mengatakan, bayi tersebut sudah sembuh dan diperkirakan dapat pulang pada akhir minggu ini.

Dr Joshi mengakui belum pernah mengalami kasus seperti ini. Saat ini, sang bayi sudah merespon dengan baik untuk menjalani perawatan pasca operasi.

"Ini adalah tantangan besar untuk mengatasinya dan kami sangat senang bisa melakukannya dengan sukses," ujar Dr Joshi.